Sukabumi Punya Modal Jadi “Bali Kedua”, Palabuhanratu hingga Ciletuh Dinilai Layak Naik Kelas

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi Punya Modal Jadi

i

Sukabumi Punya Modal Jadi "Bali Kedua", Palabuhanratu hingga Ciletuh Dinilai Layak Naik Kelas

PENATODAY.ID – Potensi wisata pantai selatan Kabupaten Sukabumi dinilai terlalu besar jika hanya dikembangkan sebagai destinasi wisata lokal. Kawasan Palabuhanratu hingga Geopark Ciletuh disebut memiliki modal alam yang cukup kuat untuk didorong menjadi tujuan wisata berkelas internasional.

Dorongan tersebut disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI Mulyadi dalam rapat kerja bersama Menteri PPN/Bappenas. Ia menilai karakter pantai selatan Sukabumi memiliki daya tarik yang tidak kalah dengan sejumlah destinasi wisata dunia.

Menurut Mulyadi, Palabuhanratu memiliki bentang pantai, ombak, serta kawasan geopark yang dapat menjadi kekuatan utama untuk membangun citra pariwisata Sukabumi di tingkat nasional maupun internasional.

“Kalau Bali dijadikan pusat wisata internasional, kenapa Palabuhanratu tidak bisa seperti Kuta?” ujar Mulyadi.

Namun, potensi tersebut menurutnya belum sepenuhnya ditopang infrastruktur dan konektivitas yang memadai. Akses menuju sejumlah kawasan wisata masih menjadi pekerjaan besar jika Sukabumi ingin benar-benar membidik wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara.

Mulyadi menyoroti kondisi sejumlah akses menuju kawasan pantai selatan yang masih sepi dan minim fasilitas pendukung. Bahkan, persoalan rambu lalu lintas dan keamanan perjalanan dinilai perlu mendapat perhatian serius.

“Pantainya indah, ombaknya hebat, tapi wisata lokal masih sepi dan kotor. Pemerintah pusat harus hadir,” tegasnya.

Karena itu, Mulyadi mendorong adanya terobosan konektivitas yang dapat memangkas waktu tempuh menuju Palabuhanratu. Salah satu gagasan yang diajukan adalah pembangunan shortcut dari Tol Bocimi menuju Palabuhanratu.

Menurutnya, konektivitas tersebut tidak hanya akan berdampak terhadap sektor pariwisata. Jalur yang lebih mudah juga dapat membuka peluang ekonomi masyarakat, termasuk sektor perdagangan, UMKM hingga perikanan.

“Kalau aksesnya dibuka dan konektivitasnya dibangun, kawasan pantai selatan Sukabumi bisa berkembang jauh lebih besar,” katanya.

Potensi tersebut semakin kuat dengan keberadaan Geopark Ciletuh yang menjadi salah satu aset wisata alam Sukabumi. Kawasan ini dapat menjadi bagian dari satu paket destinasi yang menghubungkan wisata pantai, geologi, budaya dan ekonomi masyarakat.

Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy dalam kesempatan tersebut menegaskan pembangunan Tol Bocimi memang dibutuhkan dan terus dikerjakan. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi salah satu kunci untuk membuka akses Sukabumi menuju pusat-pusat pertumbuhan baru.

Jika konektivitas, kebersihan, keamanan, fasilitas wisata dan tata kelola berjalan beriringan, Palabuhanratu dan kawasan pantai selatan tidak hanya berpeluang menjadi “Bali kedua”, tetapi juga dapat membangun karakter wisata sendiri yang mengandalkan kekuatan alam dan budaya Sukabumi.

Ujungnya bukan hanya soal mendatangkan wisatawan. Pengembangan destinasi tersebut diharapkan mampu membuat perputaran ekonomi lebih banyak tinggal di Sukabumi dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

DPC HNSI Sukabumi Suarakan Jeritan Nelayan, Kelangkaan BBM hingga Aturan Benih Lobster Jadi Sorotan
Bersama Komisi IV, Pemkab Sukabumi Percepat UHC Agar Warga Tak Lagi Terkendala Berobat
Dari KAA 1955 hingga Kini, Indonesia Tak Goyah Tolak Israel
Perang Iran vs AS–Israel, 58 Ribu Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi
Indonesia Pilih Abstain di PBB soal Ukraina, Tegaskan Jalur Diplomasi Inklusif
India Mundur, Rusia dan Iran Adu Murah Minyak di Pasar China
China tanggapi perjanjian dagang resiprokal Indonesia-AS
Amerika Serikat Terancam Kembalikan Dana Rp 2.951 Triliun Usai MA Batalkan Tarif Trump

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:31 WIB

Sukabumi Punya Modal Jadi “Bali Kedua”, Palabuhanratu hingga Ciletuh Dinilai Layak Naik Kelas

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:29 WIB

DPC HNSI Sukabumi Suarakan Jeritan Nelayan, Kelangkaan BBM hingga Aturan Benih Lobster Jadi Sorotan

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:15 WIB

Bersama Komisi IV, Pemkab Sukabumi Percepat UHC Agar Warga Tak Lagi Terkendala Berobat

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:00 WIB

Dari KAA 1955 hingga Kini, Indonesia Tak Goyah Tolak Israel

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:00 WIB

Perang Iran vs AS–Israel, 58 Ribu Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi

Berita Terbaru