Indonesia Pilih Abstain di PBB soal Ukraina, Tegaskan Jalur Diplomasi Inklusif

- Redaksi

Minggu, 1 Maret 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia Pilih Abstain di PBB soal Ukraina, Tegaskan Jalur Diplomasi Inklusif

i

Indonesia Pilih Abstain di PBB soal Ukraina, Tegaskan Jalur Diplomasi Inklusif

PENATODAY.ID – Indonesia memilih abstain dalam pemungutan suara resolusi Ukraina di Majelis Umum PBB (UNGA). Pemerintah menegaskan sikap tersebut konsisten dengan kebijakan luar negeri RI yang menekankan dialog inklusif dan negosiasi konstruktif.

Juru Bicara dua Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan Indonesia sejak awal mendorong proses pembahasan resolusi yang inklusif. Menurutnya, inklusivitas menjadi prinsip penting dalam reformasi tata kelola global, termasuk di PBB.

“Indonesia berada pada posisi untuk memastikan adanya dialog yang inklusif dalam proses pembahasan resolusi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026).

Baca juga : China Ikut Indonesia, Seluruh Dunia Tolak Diganti Total

Ia menambahkan, sekitar 50 negara juga memilih abstain, sehingga mencerminkan pesan bersama perlunya negosiasi yang terbuka dan melibatkan semua pihak.

Juru Bicara satu Kemlu RI Yvonne Mewengkang menambahkan, negara-negara berkembang dan emerging countries seperti India, Pakistan, Afrika Selatan, China, dan Arab Saudi mengambil sikap serupa.

“Keprihatinannya sama, yaitu perlunya mengutamakan dialog inklusif dan upaya diplomasi bagi terwujudnya perdamaian,” kata Yvonne.

Ia menilai proses adopsi rancangan resolusi belum menunjukkan inklusivitas dan npbbegosiasi konstruktif karena tidak dibukanya ruang perundingan dalam konsep yang diajukan, sehingga Indonesia mengambil posisi abstain.

Dari pihak Rusia, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyampaikan apresiasi atas sikap Indonesia. Dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026), Tolchenov mengatakan keputusan abstain mencerminkan kebijakan Indonesia yang seimbang terkait krisis Ukraina.

Baca juga : Cara Tukar Uang Baru Buat THR Lebaran dari Bank Indonesia

“Kami sangat menghargai keputusan Indonesia untuk abstain,” ujarnya. Ia mengaku secara pribadi lebih memilih Indonesia menolak resolusi tersebut, namun memahami bahwa abstain menunjukkan pemahaman terhadap akar konflik.

Tolchenov juga menilai resolusi-resolusi serupa yang diadopsi UNGA setiap tahun tidak didukung mayoritas negara anggota. “Sebagian menolak, sebagian abstain, dan sebagian tidak hadir. Faktanya, mayoritas tidak mendukung,” katanya.

Ia menuding negara-negara Eropa terus memperuncing konflik dengan mendorong bantuan senjata dan paket sanksi baru terhadap Rusia, termasuk upaya memasukkan salah satu pelabuhan Indonesia dalam paket sanksi, yang menurutnya sementara diblokir oleh Hungaria.

Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera, penuh, dan tanpa syarat saat perang Ukraina memasuki tahun keempat. Resolusi yang diajukan Ukraina dan didukung 46 negara itu disahkan dengan suara 107 setuju, 12 menentang, dan 51 abstain. Rusia memberikan suara menentang, sementara Amerika Serikat abstain.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sukabumi Punya Modal Jadi “Bali Kedua”, Palabuhanratu hingga Ciletuh Dinilai Layak Naik Kelas
Dinas Perikanan Sukabumi Soroti Anomali Aturan BBL, Potensi Besar Nelayan Dinilai Terhambat Regulasi
Soroti Regulasi Benur, DPRD Sukabumi Siap Perjuangkan Aspirasi Nelayan ke Pusat
DPC HNSI Sukabumi Suarakan Jeritan Nelayan, Kelangkaan BBM hingga Aturan Benih Lobster Jadi Sorotan
Bersama Komisi IV, Pemkab Sukabumi Percepat UHC Agar Warga Tak Lagi Terkendala Berobat
Potensi Tersembunyi Waluran Sukabumi, Hanjeli Jadi Kunci Ekonomi Lokal
Di Hadapan Ulama, Prabowo Tegaskan BoP Harus Dukung Kemerdekaan Palestina
Dari KAA 1955 hingga Kini, Indonesia Tak Goyah Tolak Israel

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:31 WIB

Sukabumi Punya Modal Jadi “Bali Kedua”, Palabuhanratu hingga Ciletuh Dinilai Layak Naik Kelas

Senin, 6 Juli 2026 - 14:19 WIB

Dinas Perikanan Sukabumi Soroti Anomali Aturan BBL, Potensi Besar Nelayan Dinilai Terhambat Regulasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:25 WIB

Soroti Regulasi Benur, DPRD Sukabumi Siap Perjuangkan Aspirasi Nelayan ke Pusat

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:29 WIB

DPC HNSI Sukabumi Suarakan Jeritan Nelayan, Kelangkaan BBM hingga Aturan Benih Lobster Jadi Sorotan

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:15 WIB

Bersama Komisi IV, Pemkab Sukabumi Percepat UHC Agar Warga Tak Lagi Terkendala Berobat

Berita Terbaru