China Ikut Indonesia, Seluruh Dunia Tolak Diganti Total

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

China Ikut Indonesia, Seluruh Dunia Tolak Diganti Total

i

China Ikut Indonesia, Seluruh Dunia Tolak Diganti Total

PENATODAY.ID – China berupaya untuk melindungi masyarakat saat menggunakan AI. Caranya dengan membuat rancangan peraturan baru untuk memperkuat keselamatan dan etika saat peluncuran teknologi tersebut.

Aturan itu dirancang untuk produk dan layanan AI yang berorientasi pada konsumen. Yakni layanan dengan sifat kepribadian seperti manusia dan melibatkan interaksi emosinal penggunanya, dikutip dari Reuters.

Sasaran aturan adalah produk dan layanan dengan pola pikir, gaya komunikasi, interaksi secara emosional menggunakan tools seperti teks, gambar, audio, hingga video.

Aturan tersebut akan menggunakan pendekatan kewajiban perusahaan AI dalam menyediakan produknya kepada masyarakat. Salah satunya menyediakan peringatan pada penggunaan yang berlebihan.

Penyedia layanan juga wajib membangun berbagai sistem terkait hal tersebut. Mulai dari tinjauan algoritma, keamanan data, dan perlindungan informasi pribadi.

Masalah kecanduan juga jadi prioritas aturan. Penyedia harus bisa mengidentifikasi kondisi dan menilai emosi serta tingkat ketergantungan pengguna pada layanan.

Termasuk menyediakan langkah intervensi saat pengguna memperlihatkan tanda kecanduan pada layanan.

Langkah yang dilakukan menetapkan batasan konten dan perilaku. Ini membuat layanan tidak bisa memproduksi konten yang membahayakan keamanan nasional, menyebarkan rumor atau mempromosikan kekerasan atau pornografi.

Peta Jalan AI
Indonesia juga telah lama menyusun Peta Jalan AI dan etika AI. Draf akan ditandatangan presiden Prabowo Subianto di awal tahun 2026 mendatang.

“Kami mungkin sampaikan disini Karena ini yang ditunggu-tunggu juga oleh para pelaku industri Bahwa pemerintah sudah selesai, sudah 90% selesai Untuk peta jalan AI dan juga AI ethics,” jelas Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, dalam acara Deklarasi Arah Indonesia Digital: Terhubung, Tumbuh, Terjaga, di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

“Ini akan mudah-mudahan ditandatangani presiden di awal tahun,” imbuhnya.

Draf tengah menunggu antrian. Meutya menjelaskan Menteri Sekretaris Negara Prasteyo Hadi memastikan Peta Jalan AI masuk dalam prioritas untuk ditandatangan Prabowo sesegera mungkin.

Meutya mengatakan pihaknya tidak akan mengatur perkembangan AI di sektor masing-masing. Jadi kementerian dan lembaga bisa membuat aturan AI sendiri saat Perpres diluncurkan.

“Jadi kami hanya membuat payung besarnya dan selebihnya termasuk di perdagangan di dalam negeri. Silahkan untuk membuat pegangan atau aturan mengenai AI Masing-masing. Dengan pemahaman kami bahwa tentu yang paling tahu kebutuhan aturan terkait Artificial Intelligence, di sektor masing-masing adalah para pemimpin lembaga sektor terkait,” kata Meutya.

Belum ada informasi soal isi detail aturan dan peta jalan AI tersebut.

Ditemukan Oktober lalu, Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria mengatakan aturan terkait keseimbangan inovasi dan proteksi terkait teknologi AI. Yakni akan menyeimbangkan inovasi dan proteksi.

Dalam Peta Jalan AI, Nezar mengatakan akan menyasar beberapa hal termasuk program strategis nasional. Seperti sektor apa saja yang akan berkontribusi pada teknologi tersebut.

“Kira-kira AI bisa berkontribusi di mana saja gitu ya, sektor kesehatan, sektor pendidikan, sektor keuangan ya, layanan keuangan, transportasi, dan sejumlah sektor lain,” ungkap Nezar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Potensi Tersembunyi Waluran Sukabumi, Hanjeli Jadi Kunci Ekonomi Lokal
Di Hadapan Ulama, Prabowo Tegaskan BoP Harus Dukung Kemerdekaan Palestina
Dari KAA 1955 hingga Kini, Indonesia Tak Goyah Tolak Israel
Selat Hormuz Ditutup Iran, Pemerintah RI Siaga Hadapi Guncangan Energi Global
Perang Iran vs AS–Israel, 58 Ribu Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi
Jejak Sejarah Distrik Tua di Jalur Strategis Selatan–Utara Jawa Barat
Indonesia Pilih Abstain di PBB soal Ukraina, Tegaskan Jalur Diplomasi Inklusif
KRL Commuter Line Direncanakan Tembus Sukabumi 2026, Harapan Baru Mobilitas dan Ekonomi Daerah

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:39 WIB

Potensi Tersembunyi Waluran Sukabumi, Hanjeli Jadi Kunci Ekonomi Lokal

Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:57 WIB

Di Hadapan Ulama, Prabowo Tegaskan BoP Harus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:00 WIB

Dari KAA 1955 hingga Kini, Indonesia Tak Goyah Tolak Israel

Rabu, 4 Maret 2026 - 07:00 WIB

Selat Hormuz Ditutup Iran, Pemerintah RI Siaga Hadapi Guncangan Energi Global

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:00 WIB

Perang Iran vs AS–Israel, 58 Ribu Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi

Berita Terbaru

Sukaraja, Kecamatan yang Tumbuh Cepat di Gerbang Sukabumi

Daerah

Sukaraja, Kecamatan yang Tumbuh Cepat di Gerbang Sukabumi

Selasa, 2 Jun 2026 - 07:47 WIB

Miris! Temuan Belatung di Menu MBG B3 di Cisolok

Daerah

Miris! Temuan Belatung di Menu MBG B3 di Cisolok

Senin, 11 Mei 2026 - 15:24 WIB