PENATODAY.ID – Di tengah pesatnya pembangunan kawasan perkotaan, Kecamatan Sukalarang tetap mempertahankan identitasnya sebagai salah satu sentra pertanian unggulan di Kabupaten Sukabumi. Berada di wilayah perbatasan Kabupaten Sukabumi dan Cianjur, kecamatan ini menjadi pemasok berbagai komoditas hortikultura yang menopang perekonomian masyarakat setempat.
Dengan bentang alam berbukit dan ketinggian antara 700 hingga 900 meter di atas permukaan laut, Sukalarang memiliki kondisi geografis yang mendukung pengembangan sektor pertanian. Curah hujan yang relatif tinggi serta tanah yang subur menjadikan wilayah ini cocok untuk budidaya berbagai tanaman pangan dan hortikultura.
Camat Sukalarang, Ratu Badrijawati, mengatakan sebagian besar lahan di wilayahnya dimanfaatkan untuk pertanian buah dan sayuran. Komoditas seperti cabai, tomat, pisang, hingga berbagai tanaman hortikultura lainnya menjadi andalan masyarakat.
“Sebagian besar tanah di Sukalarang dijadikan lahan pertanian buah dan sayuran seperti tomat, cabai, pisang, dan lainnya. Sebagian kecil dijadikan tempat pemeliharaan ternak sapi perah dan industri,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Mayoritas penduduk menggantungkan hidup dari aktivitas pertanian, baik sebagai petani pemilik lahan, penggarap, buruh tani, maupun pelaku usaha yang berkaitan dengan hasil pertanian.
Tidak hanya menjadi sumber penghasilan, sektor pertanian juga membentuk karakter wilayah yang masih kental dengan kehidupan pedesaan produktif. Hamparan lahan pertanian yang membentang di enam desa menjadi pemandangan yang mudah ditemui di berbagai sudut Sukalarang.
Selain pertanian, potensi peternakan juga mulai berkembang. Beberapa wilayah dimanfaatkan untuk budidaya sapi perah yang menjadi pelengkap aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Ratu Badrijawati, pengembangan ekonomi di Sukalarang tidak hanya bertumpu pada hasil pertanian semata. Pemerintah kecamatan juga mendorong penguatan sektor agribisnis, pariwisata, dan industri yang tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 42 ribu jiwa yang tersebar di enam desa, Sukalarang memiliki modal sosial dan sumber daya alam yang cukup kuat untuk berkembang. Didukung tanah yang subur dan iklim yang mendukung, wilayah perbatasan ini terus menunjukkan perannya sebagai salah satu kawasan pertanian penting di Kabupaten Sukabumi.
Di tengah tantangan modernisasi dan alih fungsi lahan yang terjadi di berbagai daerah, Sukalarang masih menjadi bukti bahwa sektor pertanian tetap memiliki masa depan dan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menggerakkan kehidupan masyarakat.













