KRL Commuter Line Direncanakan Tembus Sukabumi 2026, Harapan Baru Mobilitas dan Ekonomi Daerah

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KRL Commuter Line Direncanakan Tembus Sukabumi 2026, Harapan Baru Mobilitas dan Ekonomi Daerah

i

KRL Commuter Line Direncanakan Tembus Sukabumi 2026, Harapan Baru Mobilitas dan Ekonomi Daerah

PENATODAY.ID – Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Sukabumi dan wilayah penyangga Jakarta. Pemerintah berencana memperluas jaringan KRL Commuter Line hingga Sukabumi pada 2026.

Langkah ini diyakini akan memangkas waktu tempuh, menekan kepadatan lalu lintas, sekaligus membuka babak baru konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Sukabumi.

Rencana strategis tersebut disampaikan oleh Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Dony Oskaria. Menurutnya, pengembangan KRL hingga Sukabumi menjadi bagian dari pembenahan besar sektor perkeretaapian nasional.

“Tahun ini kita akan mengembangkan KRL Jakarta sampai Cikampek, Jakarta sampai Sukabumi, dan Jakarta sampai Rangkas,” ujar Dony, beberapa hari lalu.

Masuknya Sukabumi dalam rencana perluasan KRL menandai posisi strategis daerah ini dalam jaringan transportasi Jabodetabek dan sekitarnya. Selama ini, mobilitas warga Sukabumi menuju Jakarta masih sangat bergantung pada kendaraan pribadi dan kereta non-listrik dengan waktu tempuh yang relatif panjang.

Jika KRL benar-benar beroperasi hingga Sukabumi, masyarakat akan memperoleh alternatif transportasi massal berbasis listrik yang lebih cepat, murah, dan ramah lingkungan. Dampaknya bukan hanya pada mobilitas harian pekerja dan pelajar, tetapi juga pada sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi lokal.

Untuk mendukung proyek ambisius ini, Danantara menyiapkan investasi hingga Rp50 triliun guna memperkuat infrastruktur perkeretaapian nasional. Dony menegaskan, perluasan jalur KRL bukan sekadar proyek transportasi, melainkan instrumen strategis untuk menggerakkan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang lintasan rel.

“Pengembangan jalur kereta akan menghidupkan kawasan-kawasan baru. Dampak ekonominya jauh lebih besar dibandingkan nilai investasinya,” jelasnya.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Danantara mensyaratkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menuntaskan elektrifikasi jalur di lima kota besar, termasuk rute menuju Sukabumi. Elektrifikasi menjadi prasyarat mutlak agar layanan KRL dapat beroperasi secara optimal.

Menurut Dony, biaya elektrifikasi relatif terbatas jika dibandingkan dengan manfaat jangka panjangnya. Selain meningkatkan efisiensi transportasi, langkah ini juga mendukung target pengembangan sedikitnya empat kota baru dalam waktu dekat.

Selain jalur Jakarta–Sukabumi, rute Jakarta–Cikampek dan Jakarta–Rangkasbitung juga masuk dalam prioritas pengembangan tahun ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Dinas Perikanan Sukabumi Soroti Anomali Aturan BBL, Potensi Besar Nelayan Dinilai Terhambat Regulasi
Soroti Regulasi Benur, DPRD Sukabumi Siap Perjuangkan Aspirasi Nelayan ke Pusat
Potensi Tersembunyi Waluran Sukabumi, Hanjeli Jadi Kunci Ekonomi Lokal
Di Hadapan Ulama, Prabowo Tegaskan BoP Harus Dukung Kemerdekaan Palestina
Dari KAA 1955 hingga Kini, Indonesia Tak Goyah Tolak Israel
Selat Hormuz Ditutup Iran, Pemerintah RI Siaga Hadapi Guncangan Energi Global
Perang Iran vs AS–Israel, 58 Ribu Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi
Jejak Sejarah Distrik Tua di Jalur Strategis Selatan–Utara Jawa Barat
Tag :

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 14:19 WIB

Dinas Perikanan Sukabumi Soroti Anomali Aturan BBL, Potensi Besar Nelayan Dinilai Terhambat Regulasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:25 WIB

Soroti Regulasi Benur, DPRD Sukabumi Siap Perjuangkan Aspirasi Nelayan ke Pusat

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:39 WIB

Potensi Tersembunyi Waluran Sukabumi, Hanjeli Jadi Kunci Ekonomi Lokal

Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:57 WIB

Di Hadapan Ulama, Prabowo Tegaskan BoP Harus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:00 WIB

Dari KAA 1955 hingga Kini, Indonesia Tak Goyah Tolak Israel

Berita Terbaru