Dinas Perikanan Sukabumi Soroti Anomali Aturan BBL, Potensi Besar Nelayan Dinilai Terhambat Regulasi

- Redaksi

Senin, 6 Juli 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Perikanan Sukabumi Soroti Anomali Aturan BBL, Potensi Besar Nelayan Dinilai Terhambat Regulasi

i

Dinas Perikanan Sukabumi Soroti Anomali Aturan BBL, Potensi Besar Nelayan Dinilai Terhambat Regulasi

PENATODAY.ID – Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi menilai regulasi mengenai pengelolaan benih bening lobster (BBL) masih menyisakan persoalan serius di lapangan.

Meski penangkapan BBL diperbolehkan untuk kebutuhan budidaya dalam negeri, kapasitas penyerapan yang sangat terbatas membuat ribuan nelayan kesulitan memasarkan hasil tangkapannya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sripadmoko, mengatakan Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu daerah dengan potensi BBL terbesar di Indonesia. Namun, potensi tersebut belum mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat pesisir karena terbentur kebijakan yang dinilai tidak sinkron dengan kondisi riil.

“Permen KP Nomor 5 memperbolehkan penangkapan BBL untuk budidaya dalam negeri. Persoalannya, kebutuhan budidaya di dalam negeri sangat kecil dibandingkan potensi benih yang tersedia,” ujarnya dalam audiensi bersama DPRD Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, kata Sripadmoko, potensi BBL mencapai sekitar 465 juta ekor, sedangkan kebutuhan budidaya nasional diperkirakan tidak lebih dari 60 juta ekor.

Akibatnya, ratusan juta benih lobster tidak terserap pasar. Di sisi lain, nelayan yang menangkap komoditas tersebut justru menghadapi berbagai kendala dalam pemasaran.

Ia juga mengungkapkan hingga kini budidaya lobster di dalam negeri belum berkembang sesuai harapan. Sejumlah perusahaan, termasuk yang pernah beroperasi di Sukabumi, dinilai belum mampu menghasilkan budidaya yang berkelanjutan.

“Kami tidak menolak budidaya. Tetapi faktanya, kemampuan menyerap hasil tangkapan nelayan masih sangat terbatas,” katanya.

Menurut Sripadmoko, solusi yang lebih realistis adalah membuka kembali ruang pemasaran secara bertahap sambil mendorong pertumbuhan budidaya nasional.

Ia berharap pemerintah pusat dapat mengevaluasi kebijakan yang berlaku sehingga pengelolaan BBL tetap menjaga keberlanjutan sumber daya laut tanpa mengorbankan penghasilan masyarakat pesisir.

“Kami ingin kebijakan yang lahir benar-benar berpihak kepada nelayan dan berdasarkan kondisi lapangan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KNMP Ciwaru Catat Produksi 150 Ton, Potensi Ekonomi Nelayan Sukabumi Capai Rp1,5 Miliar
200 Satlinmas Sukabumi Disiapkan ke Apel Akbar Jabar, Satpol PP Matangkan Persiapan
Viral Keributan di Padepokan Sukabumi, JMI dan AY Resmi Jadi Tersangka
Satpol PP Sukabumi Siapkan Perwakilan Apel Akbar Satlinmas Jabar, 12 Ribu Peserta Diperkirakan Hadir
Punya Gunung, Kebun Teh hingga Lahan Subur, Kecamatan Sukabumi Bidik Pariwisata dan Pertanian
Soroti Regulasi Benur, DPRD Sukabumi Siap Perjuangkan Aspirasi Nelayan ke Pusat
Potensi Tersembunyi Waluran Sukabumi, Hanjeli Jadi Kunci Ekonomi Lokal
Di Hadapan Ulama, Prabowo Tegaskan BoP Harus Dukung Kemerdekaan Palestina

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:32 WIB

KNMP Ciwaru Catat Produksi 150 Ton, Potensi Ekonomi Nelayan Sukabumi Capai Rp1,5 Miliar

Senin, 2 November 2026 - 15:23 WIB

200 Satlinmas Sukabumi Disiapkan ke Apel Akbar Jabar, Satpol PP Matangkan Persiapan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Viral Keributan di Padepokan Sukabumi, JMI dan AY Resmi Jadi Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Satpol PP Sukabumi Siapkan Perwakilan Apel Akbar Satlinmas Jabar, 12 Ribu Peserta Diperkirakan Hadir

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Punya Gunung, Kebun Teh hingga Lahan Subur, Kecamatan Sukabumi Bidik Pariwisata dan Pertanian

Berita Terbaru