PENATODAY.ID – Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya digarap. Selain dikenal sebagai wilayah pertanian, Cimanggu juga menyimpan peluang di sektor perdagangan, kerajinan, pariwisata alam hingga budaya.
Dengan luas wilayah mencapai sekitar 6.187 hektare dan jumlah penduduk lebih dari 26 ribu jiwa, Cimanggu dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sukabumi bagian selatan.
Camat Cimanggu Dusep Sadeli, mengatakan kekuatan utama wilayahnya berada pada sumber daya alam dan masyarakat yang produktif.
“Cimanggu memiliki lahan subur, SDM yang ulet, serta kekayaan budaya yang dapat menjadi kekuatan besar bagi pembangunan Sukabumi ke depan,” ujarnya.
Dari total wilayah tersebut, sekitar 2.005 hektare merupakan lahan sawah, sementara lebih dari 650 hektare berupa perkebunan rakyat. Kondisi itu membuat pertanian masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat, terutama melalui komoditas padi, palawija dan perkebunan.
Namun, potensi Cimanggu tidak berhenti di sektor pangan.
Wilayah ini juga memiliki sejarah sebagai daerah penghasil kerajinan batu perhiasan. Menurut Dusep, kerajinan tersebut pernah menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang untuk melihat sekaligus membeli hasil karya masyarakat setempat.
Sayangnya, potensi tersebut mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
“Sektor budaya dan kerajinan batu mulia ini sebenarnya punya nilai jual tinggi. Kalau dikembangkan dengan pendekatan wisata, Cimanggu bisa kembali dikenal luas,” kata Dusep.
Pemerintah kecamatan berharap kerajinan batu tersebut dapat kembali dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif sekaligus destinasi wisata berbasis budaya.
Di sektor ekonomi, aktivitas perdagangan juga terus bergerak. Cimanggu tercatat memiliki ratusan toko dan warung, pasar rakyat, minimarket hingga koperasi yang tersebar di wilayah enam desa.
Sementara dari sisi pelayanan dasar, Cimanggu memiliki 45 SD/MI, tujuh SLTP dan dua SMA/SMK. Untuk layanan kesehatan tersedia rumah sakit, puskesmas, pustu hingga lebih dari 100 posyandu.
Meski memiliki banyak potensi, Cimanggu masih menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari menurunnya sektor kerajinan batu, ketergantungan pada pertanian tradisional hingga keterbatasan infrastruktur penghubung antardesa.
Karena itu, pengembangan Cimanggu membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta.
“Kami butuh dukungan semua pihak agar Cimanggu tidak hanya jadi penghasil pangan, tapi juga destinasi wisata dan pusat budaya yang dikenal luas,” tegas Dusep.
Dengan kekuatan pertanian, perdagangan serta warisan budaya yang dimiliki, Cimanggu berpeluang berkembang menjadi salah satu kawasan penggerak ekonomi Sukabumi selatan.













