Perang Iran vs AS–Israel, 58 Ribu Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi

- Redaksi

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perang Iran vs AS–Israel, 58 Ribu Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi

i

Perang Iran vs AS–Israel, 58 Ribu Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi

PENATODAY.ID – Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina buka suara menanggapi sebanyak 58 ribu jemaah umrah RI tertahan di Arab Saudi imbas perang Iran vs AS-Israel. Politikus PDI Perjuangan ini mendesak pemerintah melindungi maksimal serta mempercepat pemulangan puluhan ribu jamaah umrah Indonesia tersebut.

“Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh warga negara Indonesia, termasuk jemaah umrah, tidak hanya dalam aspek administratif, tetapi juga dalam aspek keselamatan, kepastian layanan, serta kepastian kepulangan,” tegas Selly dalam keterangannya beberapa hari lalu.

Dia menuturkan, prinsip perlindungan negara terhadap warga negara di luar negeri merupakan mandat konstitusi yang tidak boleh dikompromikan oleh situasi apa pun. Lebih dari 58 ribu jemaah umrah Indonesia saat ini belum dapat kembali ke Tanah Air sesuai jadwal akibat gangguan penerbangan internasional yang dipicu eskalasi konflik regional.

Situasi ini menempatkan ribuan warga negara Indonesia dalam posisi rentan, baik dari aspek kepastian perjalanan, keamanan, maupun kepastian layanan. Selly menyampaikan bahwa imbauan resmi yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh menegaskan bahwa pemerintah terus memantau situasi secara intensif dan mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan seluruh WNI, termasuk jemaah umrah.

Dalam imbauan tersebut, pemerintah menegaskan beberapa langkah penting sebagai bagian dari sistem perlindungan negara. Menurut Selly, imbauan resmi tersebut merupakan langkah awal penting, namun harus diikuti dengan langkah konkret dan sistematis untuk memastikan kepastian pemulangan jamaah.

“Kehadiran negara tidak boleh berhenti pada imbauan administratif. Negara harus memastikan adanya skema pemulangan yang jelas, terukur, dan memiliki kepastian waktu. Jemaah tidak boleh dibiarkan berada dalam ketidakpastian akibat dinamika global yang berada di luar kendali mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa situasi ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem mitigasi krisis dalam penyelenggaraan ibadah umrah. Selly menekankan setidaknya tiga aspek strategis yang harus diperkuat ke depan. Pertama, penguatan sistem perlindungan jamaah sebagai bagian dari perlindungan warga negara.

Negara harus memiliki protokol krisis yang terstruktur, termasuk skema pemulangan alternatif, perlindungan logistik, serta kepastian layanan selama jamaah terdampak situasi darurat. Kedua, penguatan akuntabilitas penyelenggara perjalanan ibadah umrah agar memiliki kesiapan manajemen krisis dan memastikan jemaah tidak menanggung beban akibat risiko global. Ketiga, penguatan koordinasi lintas kementerian dan perwakilan negara di luar negeri, guna memastikan respons negara berjalan cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan warga negara.

“Situasi ini menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah umrah tidak dapat dilepaskan dari dinamika geopolitik global. Oleh karena itu, negara harus memiliki sistem perlindungan yang kuat, adaptif, dan mampu memberikan kepastian perlindungan bagi warga negara dalam situasi krisis,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah untuk menyampaikan perkembangan situasi secara transparan dan berkala kepada publik dan keluarga jamaah, guna memastikan kejelasan informasi dan menghindari kecemasan yang berkepanjangan.

“Negara tidak boleh absen ketika rakyatnya berada dalam situasi rentan. Keselamatan warga negara adalah hukum tertinggi, dan negara wajib memastikan setiap jamaah dapat kembali ke tanah air dengan aman, bermartabat, dan dengan kepastian yang jelas,” pungkas Selly.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KNMP Ciwaru Catat Produksi 150 Ton, Potensi Ekonomi Nelayan Sukabumi Capai Rp1,5 Miliar
200 Satlinmas Sukabumi Disiapkan ke Apel Akbar Jabar, Satpol PP Matangkan Persiapan
Rp1,3 Miliar Digelontorkan, Dinas PU Sukabumi Benahi Irigasi Cipamatutan
Viral Keributan di Padepokan Sukabumi, JMI dan AY Resmi Jadi Tersangka
Satpol PP Sukabumi Siapkan Perwakilan Apel Akbar Satlinmas Jabar, 12 Ribu Peserta Diperkirakan Hadir
Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Punya Gunung, Kebun Teh hingga Lahan Subur, Kecamatan Sukabumi Bidik Pariwisata dan Pertanian
Sukabumi Punya Modal Jadi “Bali Kedua”, Palabuhanratu hingga Ciletuh Dinilai Layak Naik Kelas

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:32 WIB

KNMP Ciwaru Catat Produksi 150 Ton, Potensi Ekonomi Nelayan Sukabumi Capai Rp1,5 Miliar

Senin, 2 November 2026 - 15:23 WIB

200 Satlinmas Sukabumi Disiapkan ke Apel Akbar Jabar, Satpol PP Matangkan Persiapan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Rp1,3 Miliar Digelontorkan, Dinas PU Sukabumi Benahi Irigasi Cipamatutan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Viral Keributan di Padepokan Sukabumi, JMI dan AY Resmi Jadi Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Satpol PP Sukabumi Siapkan Perwakilan Apel Akbar Satlinmas Jabar, 12 Ribu Peserta Diperkirakan Hadir

Berita Terbaru