India Mundur, Rusia dan Iran Adu Murah Minyak di Pasar China

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

India Mundur, Rusia dan Iran Adu Murah Minyak di Pasar China

i

India Mundur, Rusia dan Iran Adu Murah Minyak di Pasar China

PENATODAY.ID – Rusia dan Iran terlibat perang harga untuk merebut pasar minyak mentah China dengan menawarkan diskon besar dalam beberapa tahun terakhir.

Persaingan ini mengemuka setelah India memangkas impor minyak Rusia sehingga mengubah peta perdagangan energi global.

“Ini menunjukkan ketergantungan yang semakin besar pada China sebagai pasar utama minyak Urals Rusia,” kata Analis Vortexa Anna Zhminko.

Mengutip laporan Bloomberg, harga minyak Urals Rusia kini diperdagangkan sekitar USD12 per barel di bawah patokan ICE Brent, melebar dari diskon sekitar USD10 pada Januari. Sementara itu, minyak Iranian Light ditawarkan sekitar USD11 di bawah Brent, dibandingkan diskon USD8–9 dolar pada Desember. Perubahan arus dagang dipicu oleh penurunan impor India terhadap minyak Rusia. Data Kpler menunjukkan, impor India turun menjadi sekitar 1,1 juta barel per hari (bph) pada Januari, jauh dari level lebih dari 2 juta bph pada pertengahan 2025 dan diproyeksikan turun lagi menjadi sekitar 800.000 bph pada Maret. Sejumlah penyulingan besar India dilaporkan menghentikan pembelian minyak Rusia untuk pengiriman Maret dan April.

Melemahnya permintaan dari India, Rusia mengalihkan pengiriman ke Asia Timur menggunakan kapal tangki raksasa (very large crude carrier/VLCC) yang mampu mengangkut hingga 2 juta barel. Sejak Desember, sekitar 6,3–6,9 juta barel minyak Urals ditransfer melalui Terusan Suez dan dipindahkan ke VLCC untuk dikirim ke China, menurut data Vortexa dan Kpler.

Ini Analisisnya Lonjakan pasokan tercermin dari peningkatan pengiriman minyak Rusia ke pelabuhan China menjadi 2,09 juta bph dalam 18 hari pertama Februari, naik dari 1,72 juta bph pada Januari.

Namun, kapasitas serapan pasar China dinilai terbatas karena penyulingan independen atau teapot beroperasi di bawah kuota impor, sementara perusahaan milik negara cenderung berhati-hati terhadap risiko sanksi.

Kelebihan pasokan tersebut memicu penumpukan stok mengambang. Pada awal Februari, sekitar 143 juta barel minyak mentah Rusia tercatat berada di kapal di laut, sementara sekitar 48 juta barel minyak Iran menganggur di Laut Kuning dan Selat Singapura.

CEO Vitol Russel Hardy pada 12 Februari menyatakan, tempat untuk minyak Rusia semakin sedikit dan China kini menjadi pasar utama bagi minyak Rusia dan Iran.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KNMP Ciwaru Catat Produksi 150 Ton, Potensi Ekonomi Nelayan Sukabumi Capai Rp1,5 Miliar
Rp1,3 Miliar Digelontorkan, Dinas PU Sukabumi Benahi Irigasi Cipamatutan
Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Sukabumi Punya Modal Jadi “Bali Kedua”, Palabuhanratu hingga Ciletuh Dinilai Layak Naik Kelas
DPC HNSI Sukabumi Suarakan Jeritan Nelayan, Kelangkaan BBM hingga Aturan Benih Lobster Jadi Sorotan
Bersama Komisi IV, Pemkab Sukabumi Percepat UHC Agar Warga Tak Lagi Terkendala Berobat
Dari KAA 1955 hingga Kini, Indonesia Tak Goyah Tolak Israel
Perang Iran vs AS–Israel, 58 Ribu Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:32 WIB

KNMP Ciwaru Catat Produksi 150 Ton, Potensi Ekonomi Nelayan Sukabumi Capai Rp1,5 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Rp1,3 Miliar Digelontorkan, Dinas PU Sukabumi Benahi Irigasi Cipamatutan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Kamis, 3 September 2026 - 19:31 WIB

Sukabumi Punya Modal Jadi “Bali Kedua”, Palabuhanratu hingga Ciletuh Dinilai Layak Naik Kelas

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:29 WIB

DPC HNSI Sukabumi Suarakan Jeritan Nelayan, Kelangkaan BBM hingga Aturan Benih Lobster Jadi Sorotan

Berita Terbaru