Berdiri di Atas Saluran Air, Lapak Oleh-oleh Pamuruyan Jadi Temuan Satpol PP

- Redaksi

Rabu, 4 November 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENATODAY.ID – Keberadaan lapak oleh-oleh di kawasan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Menindaklanjuti laporan masyarakat dan pemberitaan, petugas turun ke lokasi untuk melakukan pendataan terhadap lapak-lapak tersebut.

Dari hasil pendataan sementara, Satpol PP menemukan sejumlah lapak berdiri di atas saluran air. Kondisi itu dinilai berpotensi melanggar aturan, sehingga perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait.

Staf Analis Kebijakan Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Wandi Gunawan SM, mengatakan pendataan dilakukan bersama jajaran Satpol PP Kecamatan Cibadak.

“Menindaklanjuti laporan masyarakat, kami didampingi pihak kecamatan melakukan pendataan. Dari hasil yang kami temukan, benar saja lapak-lapak tersebut berdiri di atas saluran air. Ini jelas sangat melanggar aturan,” ujar Wandi saat ditemui di lokasi.

Selain menemukan lapak yang berdiri di atas saluran air, petugas juga mendapati bahwa mayoritas pemilik lapak berasal dari luar Kabupaten Sukabumi, khususnya Bogor. Dari pendataan tersebut, hanya satu pedagang moci yang diketahui merupakan warga Sukabumi.

“Ternyata pemilik lapak bukan berasal dari Sukabumi, kebanyakannya dari Bogor. Hanya satu pedagang moci yang orang Sukabumi,” kata Wandi.

Wandi juga menegaskan Satpol PP tidak terlibat dalam pengelolaan maupun penarikan iuran dari lapak-lapak tersebut. Ia mengaku pihaknya tidak mengetahui pihak yang menerima maupun mengelola iuran tersebut.

“Kami tidak terlibat dalam iuran, bahkan tidak tahu iuran itu ke mana. Yang jelas, sekali lagi, Pol PP tidak terlibat dalam iuran,” tegasnya.

Setelah pendataan di lapangan, Satpol PP Kabupaten Sukabumi berencana berkoordinasi dengan Dinas UMKM untuk menentukan langkah lanjutan. Wandi menyebut instansi tersebut nantinya akan mempertimbangkan bentuk penanganan, termasuk kemungkinan penyuluhan kepada para pedagang.

“Kami selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak Dinas UMKM. Nanti mereka akan menentukan, apakah ada penyuluhan atau seperti apa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Empat Warung Disegel dan 60 Botol Miras Diangkut, Satpol PP Tertibkan Warung Remang-remang
Bupati Sukabumi Minta Penanganan Bencana Tak Lambat, Koordinasi dan Kecepatan Jadi Kunci
Dinas PU Sukabumi Perkuat Badan Jalan Sukakersa-Gunungendut, TPT Gendong Dibangun
Jembatan Cibodas Kadudampit Rampung Diperbaiki, Akses Kopeng-Cipetir Kian Optimal
Tak Menyangka Masjidnya Direhabilitasi, Warga Ciemas Sampaikan Terima Kasih kepada TNI
Tak Cuma Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD ke-130 Sukabumi Tanamkan Jiwa Nasionalisme
Dari Persatuan ke Pembangunan, Ini Pesan Asep Japar untuk Pemuda Sukabumi
Turun ke Warungkiara, Hamzah Gurnita Catat Persoalan Infrastruktur hingga Pertanian

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 11:16 WIB

Empat Warung Disegel dan 60 Botol Miras Diangkut, Satpol PP Tertibkan Warung Remang-remang

Kamis, 5 November 2026 - 14:02 WIB

Bupati Sukabumi Minta Penanganan Bencana Tak Lambat, Koordinasi dan Kecepatan Jadi Kunci

Rabu, 4 November 2026 - 14:24 WIB

Berdiri di Atas Saluran Air, Lapak Oleh-oleh Pamuruyan Jadi Temuan Satpol PP

Selasa, 3 November 2026 - 11:25 WIB

Dinas PU Sukabumi Perkuat Badan Jalan Sukakersa-Gunungendut, TPT Gendong Dibangun

Senin, 2 November 2026 - 13:39 WIB

Tak Menyangka Masjidnya Direhabilitasi, Warga Ciemas Sampaikan Terima Kasih kepada TNI

Berita Terbaru